Sorry, may be less compatible with Internet Explorer. Diberdayakan oleh Blogger.

cover-image: Andien-kapanlagi.com

Kamis, 30 Agustus 2012

Jogging, cara benar

Jogging dengan cara benar.


Salah kaprah

Saya merasa perlu sharing pengetahuan ini dengan beberapa alasan. Saya sering mendengar bahwa beberapa orang masuk ke rumah sakit gara-gara salah dalam kegiatan "lari pagi" yang ia sebut sebagai "joging". Salah satunya adalah sepupu saya. Sepupu saya itu, masih muda, 36 tahun, mengidap hipertensi karena arteriosclerosis (pembuluh darah yang kehilangan elastisitas). Kesalahannya, kalau lari pagi ia selalu berusaha mencapai jarak lebih jauh dari sebelumnya, dari hari ke hari. "Saya puas, hari ini saya bisa mengitari komplek perumahan ini sebanyak 7 putaran", katanya. Tapi penyakit tekanan darah tingginya tak kunjung sembuh, malah mengalami sroke. Sungguh memprihatinkan. Padahal, ia masih muda, dan karirnya sebagai ahli IT bersinar cemerlang.

Apakah joging itu?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, joging berarti berlari pelan (antara lari dan berjalan) untuk kesehatan. Istilah joging diserap dari bahasa Inggris jogging yang berarti mengguncang. Jogging bukan running, dan tidak dapat dikatagorikan sebagai olahraga. Meskipun joging banyak dipakai dalam proses latihan olahraga tertentu, sebenarnya joging lebih tepat disebut sebagai gerak badan.

Anggapan bahwa arteriosclerosis adalah penyakit tua itu salah. Baik tua maupun muda kalau kurang aktifitas fisik, berpotensi mengalaminya.
Terapi preventif
Joging seharusnya dimaknai sebagai terapi kesehatan, bukan latihan mengolah kekuatan fisik atau mengolah raga untuk mencapai tingkat kekuatan tertentu. Misalnya, joging sebagai terapi preventif untuk menjaga agar pembuluh darah tetap lentur. Jika pembuluh darah kehilangan elastisitasnya, tekanan darah meningkat, jantung pun memompa lebih berat. Ini bisa menyebabkan AHR (Abnormal Heart Rhythms) yang mengarah ke Heart Failure (gagal jantung).
Istilah ini merujuk pada hasil survey, bahwa 85% penduduk Indonesia berumur 15 tahun ke atas kurang beraktivitas fisik. Dan, hanya 6% penduduk yang cukup beraktifitas fisik demi kesehatan. Dan lagi, kelompok yang kurang beraktivitas fisik, didominasi oleh strata masyarakat berpendidikan cukup tinggi. Ironis sekali, ya?

Salah besar!
Anggapan bahwa arteriosclerosis
adalah penyakit tua, itu salah besar.
Terapi kuratif
Joging juga digunakan sebagai terapi kuratif -yang tentu saja harus dilakukan di bawah pengawasan dokter. Misalnya, untuk merontokkan "kerak" di ginjal bagi penderita kecing batu.
Jadi, berkaitan dengan joging seba-
gai terapi kesehatan, ukuran ke-
berhasilannya bukan terletak
pada seberapa jauh jarak
yang berhasil Anda tem-
puh atau seberapa cepat
waktu yang diguna-
kan untuk
mencapai
jarak ter-






tentu. Tetapi, ukurannya adalah seberapa besar kemajuan yang Anda capai untuk memulihkan kesehatan.
Baik tua maupun muda kalau
kurang aktifitas
fisik,
pembuluh darah akan kehilangan kelenturannya.
Dr Budi Arief,SpJ,SPD
menambahkan, "De fakto,
memang banyak orang
berusia tua yang menderita
arterokerosis,
tapi bagi kaum muda, jangan lantas tenang-tenang merasa tidak terancam arteriosclerosis".

Dapat diduga, yang dimaksud oleh Dr Budi Arief, adalah menyangkut gaya hidup kawula muda masa kini.
"Yang terpenting dalam gerak badan, apa pun itu, joging atau senam, jangan sampai ada gerakan yang bersifat menguji kemampuan, memaksa-maksa tubuh atau anggota tubuh hingga merasa lelah atau nafas ngos-ngosan", kata Dr Sofwan Hadi. "Lakukan dengan santai, dan jadikan sebagai kegiatan yang menyenangkan dan membahagiakan. Misalnya dilakukan beserta keluarga sambil bercanda." Dr Sofyan menambahkan.

Sementara itu, Dr Budi Arief, SPD lebih senang menyebut gerak badan dengan istilah aktivitas fisik.
So, joging adalah aktifitas yang memiliki nilai tinggi baik sebagai tindakan prefentif maupun kuratif. Walaupun tampak sebagai aktifitas fisik tapi juga berperan penting untuk kesehatan psikologis, semacam mengurangi kadar stress. Sebagai tindakan kuratif, khasiat joging bisa lebih tinggi di banding obat. Joging juga memenuhi divinisi sehat berdasarkan standar WHO, sehat fisik, sehat mental dan sehat sosial! Bukankah joging juga dapat berfungsi sebagai silaturahmi antar tetangga? Kalau untuk mendapatkan kenalan atau pacar, efektif juga, kali, ya?@


Artikel Terkait:

8 komentar:

TABUHGONG mengatakan...

sekarang saya jarang sekali joging, kalau pagi saja kadang jalan jalan.

TABUHGONG mengatakan...

sekarang saya jarang sekali joging, kalau pagi saja kadang jalan jalan.

cerita anak kost mengatakan...

ehm, jadi ga boleh memaksakang fisik ya. mending nyantai aja ya.. ehem, ini lagi olahraga jari. ngetik :D

cerita anak kost mengatakan...

ehm ternyata ga boleh menaikan beban ya. harus standar aja ya, itu yang baik.

niceppt.com mengatakan...

saya malah ga pernah joging sist. tapi makasih, jadi tambah ilmu atas sharing pengetahuannya.

budi os 19 mengatakan...

Lebih bagus jogging nya pd waktu pagi atau sore hari ya sis.. :)
Salam knal ya :)

Whienda mengatakan...

@tabuhgong: kayaknya jalan-jalan juga baik, tergantung kondisi tubuh. Bukan jalan-jalan di mall, kan? Trims berat, sdh berkunjung.

@cerita anak kost: Yes, santai dan gembira. Daku udah buktikan, kok! Makaciiih.

@niceppt com: Ga pernah joging? Yuk, joging sama-sama? trims.

Whienda mengatakan...

@ budi os 19. Hei! Senang kenalan dengan Dikau. Menurutku enakan joging di pagi hari, untuk dapatkan oksigen yg lebih berkualitas. Thanks.

 

Paling Hangat

Followers

Apresiasi Anda